Latest Post

Polip pada Anak
Hidung adalah salah satu organ tubuh yang penting untuk menyaring udara dan mencegah masuknya bakteri - bakteri patogen ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan. Bila ditemukan penyakit pada hidung, yang menyebabkan kesulitan bernafas tentunya dapat mempengaruhi metabolisme pertumbuhan dan perkembangan si anak. Salah satu penyakit pada hidung yang sering ditemukan adalah polip hidung pada anak. Dalam masa tumbuh kembangnya, anak bisa jadi mengalami gangguan pada kesehatan hidung seperti yang satu ini. Jangan anda anggap sepele penyakit polip hidung pada anak ini. Waspadailah sejak dini, dengan pemahaman yang tepat akan membantu Bunda mengambil langkah - langkah guna membantu anak terbebas dari namanya penyakit polip hidung ini.

Apa itu Polip Hidung pada Anak?

Penyakit polip hidung pada anak adalah penyumbatan rongga hidung akibat daging tumbuh seperti tumor di dalam salah satu rongga hidung atau keduanya karena adanya pembengkakan atau pembesaran daging tumbuh di dalam rongga hidung. Bengkak dalam hidung biasanya disebabkan oleh peradangan akibat infeksi sinusitis atau alergi. Gejala polip hidung pada anak yang dirasakan antara lain sakit seperti flu, sulit bernapas dan keluar lendir. Bentuk polip hidung dapat dilihat dari luar, tampak seperti jaringan lunak mirip lendir berwarna keabu-abuan.

Bila anak Bunda mengalami hidung mampet berkepanjangan dan lama kelamaan semakin berat ditambah dengan ingus yang selalu menetes serta gangguan fungsi penciuman, kemungkinan besar itu adalah polip hidung pada anak Anda. Bila dibiarkan terlalu lama, tak jarang polip akan berkembang berukuran besar sehingga dapat menyebabkan gangguan tidur berupa apnea (henti napas). Selain itu, polip yang dibiarkan dan tidak segera ditangani beresiko menimbulkan penyakit sinus pada anak, memicu serangan asma, infeksi di rongga mata hingga meningitis yang sangat berbahaya.

Beberapa hal yang juga perlu dipelajari dari kasus polip hidung pada anak antara lain:
Mengingat faktor usia, sekedar saran jangan buru buru melakukan operasi polip hidung pada anak. Setelah operasi bisa saja timbul perdarahan dari hidung, pembengkakan hidung, memerah, nyeri, dan pada beberapa kasus dapat mengalami pembengkakan di luar area hidung seperti di sekitar hidung, pipi, dan bawah mata.

Oleh karena itu, sebelum Bunda memutuskan untuk memilih operasi polip hidung pada anak, sebaiknya Bunda memperkaya informasi dahulu soal obat tradisional polip hidung hingga cara mengobati polip hidung secara alami dengan probiotik Nusitol.

Solusi Perut Kembung pada Bayi

Cara paling efektif mengatasi bayi kembung atau kolik pada bayi adalah dengan cara tradisional dan alami saja. salah satu penyebab perut kembung pada bayi adalah produksi laktosa berlimpah dari ASI sehingga bayi minum ASI tergesa - gesa padahal organ pencernaan bayi baru dalam masa pertumbuhan (belum tumbuh sempurna) sehingga produksi enzim laktase yang berfungsi mencerna laktosa belum optimal. Akibatnya gelembung udara bisa turut masuk bersama laktosa yang diminum bayi. Gelembung udara menumpuk hingga akhirnya terjadi perut kembung pada bayi, bila dipukul pelan dengan telapak tangan perut bayi berbunyi dung dung.

Permasalahan yang terjadi pada saluran pencernaannya juga biasa di sebut kolik pada bayi. Istilah kolik pada bayi memiliki gejala yang hampir sama dengan gejala perut kembung pada bayi.
Perut kembung pada bayi yang tak kunjung reda bisa menyebabkan bayi rewel terus terusan, orang menyebutnya dengan istilah kejadian kolik pad bayi. Untuk itu diperlukan cara paling efektif mengatasi bayi kembung atau kolik pada bayi agar tak kelelahan akibat capek karena menangis tiada henti. Tips tradisional berikut adalah salah satu solusi cara paling efektif mengatasi bayi kembung atau kolik pada bayi.
  1. Jika sudah terlanjur, pada saat akan menyusui berikutnya maka periksalah posisi kepala bayi agar selalu lebih tinggi daripada perutnya. Dengan begitu susu akan langsung masuk ke bagian bawah perut dan udara naik keatas.
  2. Setelah bayi selesai minum maka biasakan untuk sendawakan bayi. Caranya gendong bayi, posisikan kepala bayi di pundak. Lalu tepuklah dengan lembut punggung bayi. Lakukanlah beberapa saat, tunggu hingga bayi bersendawa.
  3. Menggosok dan memijat perut bayi dengan lembut. Bisa menggunakan minyak pijat yang tidak panas.
  4. Letakkan bayi dengan terlentang, angkat kedua kakinya. Lalu gerakkan seperti orang sedang berjalan. Lakukan beberapa saat. Ini juga salah satu cara mengatasi bayi kembung yang sudah dilakukan sejak lama.
  5. Amati juga apakah penyebab perut kembung pada bayi itu terjadi setelah minum susu formula tertentu. Jika itu penyebab perut kembung pada bayi, sebaiknya gantilah dengan susu formula sebelumnya.
  6. Hindari membuat bubur bayi dengan bahan - bahan yang memicu timbulnya gas berlebihan di perut bayi. Gas berlebihan adalah salah satu penyebab perut kembung pada bayi. Misalnya: kentang, kol, jagung, kubis, kacang - kacangan dan lain sebagainya.
Selain cara mengatasi bayi kembung atau kolik pada bayi dengan tips tradisional diatas, Bunda juga dapat menggunakan nutrisi probiotik Kidomi Honey. Kidomi Honey adalah salah satu produk madu probiotik terbaik untuk anak dan bayi. Caranya mudah, cukup oleskan Kidomy Honey pada puting susu Bunda saat hendak menyusui atau oleskan pada mulut bayi. Berikan secara rutin satu sampai dua kali saja setiap hari.

Kegunaan probiotik Kidomi Honey ini adalah membantu mempercepat produksi enzim laktase pada bayi hingga batas optimal sesuai usianya, sehingga dapat mencerna laktosa dengan maksimal. Selain itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh serta kecerdasannya. Penggunaan cukup dengan dosis rendah dan rutin. Gangguan pencernaan pada bayi mengakibatkan bayi kurang nyaman sehingga menangis tiada henti dan tidak bisa tidur nyenyak. Periksalah segera apa itu kolik pada bayi, apa penyebab perut kembung pada bayi dan bagaimana cara paling efektif mengatasi bayi kembung atau kolik pada bayi agar bayi selalu nyaman dan tidak rewel lagi.

Penyebab Perut Bayi Kembung

Adalah produksi laktosa berlimpah dari ASI jadi penyebab perut kembung pada bayi. Jika bayi menangis terus tanpa sebab dan tak berhenti - henti, bisa jadi itu salah satu ciri sebab perut kembung pada bayi. Tapi pastikanlah dahulu ciri gejala perut kembung pada bayi:
  1. Menangis tanpa henti.
  2. Sering buang gas (kentut).
  3. Perutnya keras setelah minum ASI atau makan bubur.
  4. Kaki ditarik - tarik ke arah perut.
Sudah banyak tulisan tentang penyebab perut kembung pada bayi, namun tak ada salahnya jika kita baca kembali ulasan mengenai penyebab perut kembung pada bayi disini selain produksi laktosa berlimpah dari ASI.

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Berikut adalah beberapa penyebab perut kembung pada bayi:
  1. Produksi laktosa berlimpah dari ASI jadi penyebab perut kembung pada bayi. Laktosa (gula susu) merupakan karbohidrat utama dari ASI yang sesuai dengan sistem pencernaan pada bayi. Laktosa akan diurai menjadi galaktosa dan glukosa melalui peran enzim laktase yang ada dalam mukosa saluran pencernaan bayi sejak lahir. Seiring dengan pertumbuhan bayi tentunya enzim laktase juga masih dalam masa pertumbuhan, sehingga tidak semua produksi laktosa yang berlimpah itu dapat dicerna dengan sempurna.
  2. Udara yang terjebak dalam saluran pencernaan jadi penyebab perut kembung pada bayi. Ketika produksi laktosa berlimpah, bayi cenderung terburu – buru dalam menghisap ASI. Ketika terburu – buru minum ASI tersebut maka bayi berpotensi menelan udara. Akibatnya udara masuk dan terjebak serta bertumpuk dalam saluran pencernaan bayi seperti usus maupun lambung. Udara yang terjebak itulah penyebab perut kembung pada bayi.
  3. Gangguan pencernaan pada bayi sejak lahir. Akibatnya bayi tidak dapat memproduksi enzim laktase secara sempurna sehingga tidak dapat mencerna laktosa. Perut bayi mengandung banyak gas. Gas yang berlebihan dapat menjadi penyebab perut kembung pada bayi. Perlu juga diwaspadai bila bayi mengalami gangguan pencernaan sehingga tidak dapat mencerna laktosa adalah bayi akan mengalami gangguan pertumbuhan, seperti: sejak lahir tidak mengalami kenaikan berat badan, menunjukkan tanda malabsorpsi dan dehidrasi.
  4. Cara menyusui yang kurang tepat. Cara menyusui bayi yang kurang tepat mengakibatkan banyak gelembung udara yang masuk dalam saluran pencernaan bayi seperti: posisi kepala bayi yang kurang tinggi, tidak semua area putting susu masuk ke dalam mulut bayi.
Itulah beberapa penyebab perut kembung pada bayi.

Laktosa yang terdiri dari galaktosa dan glukosa adalah sangat penting bagi pertumbuhan jaringan syaraf dan otak, membangun jaringan pada otak agar tumbuh optimal. Laktosa juga berperan dalam penyerapan magnesium dan kalsium selama bayi dalam pertumbuhan. Terpenting juga bahwa laktosa adalah sumber nutrisi penting bagi pertumbuhan mikroba baik/bakteri probiotik lactobacillus bifidus di dalam usus serta menghambat pertumbuhan bakteri pathogen. Produksi laktosa berlimpah dari ASI juga baik, namun bisa juga produksi laktosa berlimpah dari ASI jadi penyebab perut kembung pada bayi.

Lantas bagaimana cara mengatasi bayi kembung?, simak liputan berikutnya.

Kolik pada Bayi
Pernahkah Bunda mendengar tentang apa itu kolik pada bayi, penyebab dan gejalanya. Bisa jadi tulisan ini dapat memberikan wawasan seputar istilah kolik pada bayi, sehingga kita semua makin memahami cara merawat bayi kita.

Apa itu Kolik pada Bayi?

Kolik pada bayi adalah keadaan bayi yang menangis tiada henti berjam - jam (umumnya lebih dari tiga jam) sampai tiba saat ngantuknya dan hal ini berulang hingga tiga hari berturut - turut dalam seminggu. ada suatu rasa sakit pada tubuh bayi yang mau disampaikan namun karena belum bisa, maka ditunjukkannya dengan cara menangis. Menangisnya bayi kolik cenderung pada malam hari, tangisan bayi pada malam hari yang tak kunjung berhenti itulah jadi penyebab orang tua cemas. Kecenderungan kolik pada bayi biasanya terjadi dibawah umur 5 bulan.

Apa itu Penyebab Kolik pada Bayi?

Berikut adalah beberapa penyebab kolik pada bayi, antara lain:
  1. Gangguan pencernaan pada bayi, terutama adanya kelainan pada saluran pencernaan bayi seperti pertumbuhan saluran cerna bayi belum sempurna.
  2. Bayi mengalami perut kembung. Kolik pada bayi akibat perutnya kembung bisa terjadi karena enzim laktase bayi baru mencapai 30% sedangkan jumlah laktosa pada ASI total 70% akibatnya bayi tidak dapat mencerna semua laktosa dengan baik, dan sisanya menelan udara. Penyebab perut kembung pada bayi lainnya dapat dibaca pada: mengatasi bayi kembung.
  3. Tidak terjadi keseimbangan mikroba pada saluran pencernaan. Untuk itu dibutuhkan asupan nutrisi probiotik untuk menjaga keseimbangan dalam perut bayi.
  4. Alergi susu sapi pada bayi turut jadi penyebab kolik pada bayi.
  5. Belum sempurnanya tumbuh kembang susunan syaraf pusat pada bayi kolik, sehingga bayi merespon berlebihan setiap kejutan dari luar.

Apa itu Gejala Kolik pada Bayi?

Ketika bayi menangis terus lebih dari dua jam tanpa henti, bunda wajib mengamati dan tentu saja menangani agar bayi berhenti menangis. Apa itu kolik pada bayi?, belum tentu. Coba simak beberapa gejala kolik pada bayi berikut ini:
  1. Bayi menangis terus tanpa henti antara 1 - 3 jam, lebih sering setelah menyusui di malam hari dan akan berulang 3 - 4 hari seminggu.
  2. Wajah memerah akibat bayi menangis terus, kaki bayi dingin dan bayi sering mengangkat kaki ke arah perut.
  3. Tidak mau minum susu, tanda penolakannya dengan mengepalkan tangan akibatnya bayi kolik kesulitan untuk tidur.
  4. Bayi terlihat gelisah, kurang nyaman dan kemungkinan disertai nyeri.
  5. Perut bayi kolik mengeras.
Kolik pada bayi bukan merupakan penyakit dan tidak mengakibatkan bayi mengalaminya dalam waktu lama.

Apa kolik pada bayi akan hilang?

Iya, kolik pada bayi akan hilang secara berangsur - angsur, namun demikian Bunda sebaiknya juga melakukan pertolongan pertama pada bayi kolik. Mengatasi kolik pada bayi harus dilakukan sedini mungkin supaya bayi dapat tidur dengan nyenyak di malam hari.

Sindrom nefrotik pada anak adalah salah satu kelainan pada ginjal dengan kumpulan gejala berupa bengkak seluruh tubuh hingga wajah (edema), ditemukannya protein pada urin (proteinuria) dan adanya kadar albumin rendah dalam darah (hipoalbuminemia). Hal tersebut terjadi akibat kebocoran pada sistem penyaringan di ginjal, sehingga partikel berukuran bersar seperti protein ikut dikeluarkan ke urin. Sindrom nefrotik pada anak dapat terjadi pada usia usia 2 sampai 5 tahun, namun secara umum dapat terjadi pada usia berapa saja. Penyebab sindrom nefrotik secara pasti belum diketahui, namun banyak peneliti baru menduga penyebab berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak optimal sehingga kemudian mempengaruhi sistem penyaringan ginjal. Salah satu penanganan sindrom nefrotik pada anak yang cukup membantu adalah dengan menggunakan kapsul albumin terbaik Biochan, yang diolah dari ikan gabus atau ikan kutuk pilihan.

Kadar albumin rendah dalam darah dalam kasus sindrom nefrotik pada anak yang tak segera tertangani tentu saja memberi efek kurang baik bagi tubuh seperti metabolisme tubuh terganggu dan dampak - dampak yang lain. Kadar albumin normal dalam darah manusia yang direkomendasikan praktisi kesehatan adalah antara 3,5-5,5 g/dl. Namun kadar albumin rendah atau di bawah normal sering terjadi pada kasus sindrom nefrotik pada anak maupun usia dewasa. Untuk membantu mempercepat kondisi kadar albumin normal dalam darah dapat mengkonsumsi kapsul albumin terbaik dari ikan gabus, juga dianjurkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung protein tapi rendah lemak seperti ikan, putih telur, daging ayam tanpa kulit, daging sapi bebas lemak, kacang - kacangan dan lain sebagainya.

Kapsul Albumin Terbaik dari Ikan Kutuk

Ikan gabus atau atau ikan kutuk yang dikenal sebagai Snakeheads fish di Malaysia, juga monster fish di USA dikategorikan makanan kesehatan yang baik (Wan Ahmad di dalam Walter R. Courtney, Jr., and James D. Williams, 2004). Sementara pada tahun 2009 hasil penelitian dan uji laboratorium menunjukkan bahwa kadar albumin yang berasal dari ikan gabus dan kerang kece, kandungannya tinggi (Pangestu dan Erna Rochmawati, 2009). Kapsul albumin terbaik dengan kadar albumin tinggi dari ikan kutuk, sangat membantu mengatasi bengkak seluruh tubuh hingga wajah (edema), adanya protein pada urin (proteinuria) dan adanya kadar albumin rendah dalam darah (hipoalbuminemia) untuk kasus sindrom nefrotik pada anak. Untuk lebih lengkap penjelasan soal manfaat kapsul albumin terbaik, bisa dibaca lebih lanjut pada etalase sponsor shop situs kami.

Penyakit batu ginjal merupakan penyakit yang relatif tinggi jumlah penderitanya khususnya di Indonesia. Batu ginjal adalah masa keras seperti batu yang terbentuk di sepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri yang luar biasa serta terjadi pendarahan, penyumbatan aliran kemih atau infeksi. batu ini bisa berbentuk di dalam ginjal yang biasa di sebut batu ginjal. Adapun proses pembentukan batu ginjal ini di sebut (urolitiasis renalis, nefrolitiasis).

Seperti yang kita ketahui bahwa Ginjal termasuk organ penting yang memiliki fungsi yaitu menyaring dan mengeluarkan racun maupun kelebihan mineral dari dalam tubuh melalui urin. Jika fungsi ginjal terganggu akibat peradangan atau karena penyakit batu ginjal maka dengan sendirinya tubuh akan mengalami keracunan. Karena itu, gangguan apapun atau penyakit pada ginjal harus segera diobati.

Gejala-gejala yang sering dirasakan oleh penderita batu ginjal :

  • Mengalami kesulitan saat buang air kecil dan tidak tuntas.
  • Air seni terlihat pekat dan dapat bercampur dengan darah d an protein.
  • Mengalami demam.
  • Mual dan muntah.
  • Merasakan sakit di daerah punggung.
  • Rasa sakit yang tidak tertahan di perut bagian bawah.
  • Perut menjadi menggelembung.

Pengobatan Tradisional Batu Ginjal

Salah satu pengobatan batu ginjal adalah dengan mengkonsumsi rutin minuman fermentasi tradisional berstandar probiotik terbaik hasil racikan sendiri atau membeli minuman fermentasi probiotik terbaik untuk ginjal yang sudah tersedia di marketplace - marketplace terpercaya.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget