Latest Post

Gejala Herpes Genitalis Pada Pria
Gejala Herpes Genitalis
Gejala herpes genitalis seringkali tidak dirasakan oleh sebagian penderita infeksi herpes genital. Hal ini disebabkan terkadang gejalanya sama dengan penyakit umum lainnya. Gejala yang tidak dirasakan inimah yang menjadi pemicu menyebarnya penyakit herpes genitalis. Karena para penderita herpes genitalis melakukan hubungan seksual dengan tidak menggunakan kondom, padahal mereka sudah terinfeksi virus herpes genitalis.

Gejala Herpes Genital Pada Pria. Penyakit herpes genital atau disebut juga dengan herpes simplex virus 2 (HSV-2) adalah penyakit menular seksual yang menyerang daerah alat kelamin dan area genital penderita. Setelah seseorang terinfeksi, maka virus ini akan berada di dalam tubuh dalam waktu yang lama, kecuali disembuhkan. Infeksi pada kulit yang disebabkan virus ini dapat menyebabkan kekambuhan, jika imun tubuh jelek, bahkan bisa sampai dua atau tiga kali dalam sebulan.

Merupakan suatu hal ini penting bagi pria maupun wanita untuk mengetahui gejala herpes genitalis. Walaupun mungkin sebagian dari Anda sudah pernah mendengar tentang gejalanya. Karena penyakit herpes genitalis bisa juga dengan diobati dan penderita dapat hidup normal. Terlebih lagi jika penderita dapat mengidentifikasi penyakit dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Pada pria, gejala herpes genitalis terkadang berbeda satu sama lain, bahkan banyak penderita herpes genitalis tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun, jika seorang pria telah terinfeksi herpes genitalis, ada tanda dan gejala umum yang biasa terjadi, diantaranya adalah :

Kesemutan dan gatal-gatal di daerah alat kelamin
Kesemutan dan gatal di daerah kelamin merupakan gejala herpes genitalis yang paling umum. Hal ini disebabkan virus sudah mulai merusak jaringan kulit yang ada di kelamin dan menyebabkan gatal-gatal atau seperti kesemutan.

Timbulnya benjolan berisi cairan pada penis atau daerah genital.

Benjolan ini bisa sekecil jerawat namun banyak. Benjolan ini jika pecah dapat menyebabkan luka perih pada kulit. Luka ini akan menyebabkan luka kering seperti koreng setelah beberapa hari.

Gejala mirip penyakit flu, seperti demam, kelelahan, pusing kepala, dan anggota badan terasa sakit dan linu.

Gejala herpes genitalis yang satu ini, menyebabkan para penderitanya tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi virus herpes. Karena gejalanya hampir sama dengan gejala penyakit flu. Setelah sembuh dari gejala ini, biasanya penderita melakukan hal-hal yang dapat menularkan virus herpes genitalis. Hal inilah yang membuat penyakit herpes genitalis menyebar.

Pembengkakan kelenjar getah bening yang berada di selangkangan

Terjadinya pembengkakan pada daerah selangkangan disebabkan virus herpes genitalis yang menyerang daerah genital saja. Namun jika pembengkakan terjadi daerah lain, bisa jadi berbeda jenis virus herpesnya.

Nyeri atau terasa seperti terbakar saat buang air kecil
Virus herpes genitalis merupakan virus yang menyerang daerah genital atau alat kelamin. Karena itu nyeri saat buang air kecil adalah salah satu gejalanya.

Jika saat ini Anda mengalami salah satu dari gejala di atas, mungkin Anda sudah terinfeksi virus herpes genitalis. Sebab gejala herpes genitalis di atas, merupakan gejala yang umum terjadi para pria. Karena itu sebaiknya lakukan pengobatan agar tidak menyebar kepada pasangan Anda. Perlu diingat bahwa sebagian penderita tidak mengalami gejala sama sekali, dan perlu diingat juga bahwa jika Anda tidak mempunyai gejala herpes genitalis di atas namun sudah melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang dicurigai terinfeksi herpes genitalis, maka segera periksakan diri Anda untuk penanganan yang lebih baik.

Penyakit Kanker Prostat
Penyakit Kanker Prostat
Kanker Prostat adalah suatu tumor ganas yang tumbuh di dalam kelenjar prostat. Kanker prostat sangat sering terjadi. Pemeriksaan mikroskopis terhadap jaringan prostat pasca pembedahan maupun pada otopsi menunjukkan adanya kanker pada 50% pria berusia diatas 70 tahun dan pada semua pria yang berusia diatas 90 tahun. Kebanyakan kanker tersebut tidak menimbulkan gejala karena penyebarannya sangat lambat.

Penyebab Penyakit Kanker Prostat

Penyebab Penyakit Kanker Prostat masih tidak diketahui, meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan adanya hubungan antara diet tinggi lemak dan peningkatan kadar hormon testosteron.
Kanker prostat merupakan penyebab kematian akibat kanker no 3 pada pria dan merupakan penyebab utama kematin akibat kanker pada pria diatas 74 tahun. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria berusia kurang dari 40 tahun.
Pria yang memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker prostat adalah pria kulit hitam yang berusia diatas 60 tahun, petani, pelukis dan pemaparan kadmium. Angka kejadian terendah ditemukan pada pria Jepang dan vegetarian.
Kanker prostat dikelompokkan menjadi:
  1. Stadium A : benjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan fisik, biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena penyakit lain.
  2. Stadium B : tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada pemeriksaan fisik atau tes PSA.
  3. Stadium C : tumor telah menyebar ke luar dari kapsul prostat, tetapi belum sampai menyebar ke kelenjar getah bening.
  4. Stadium D : kanker telah menyebar (metastase) ke kelenjar getah bening regional maupun bagian tubuh lainnya (misalnya tulang dan paru-paru).

Gejala Penyakit Kanker Prostat

Kanker prostat berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan gejala sampai kanker telah mencapai stadium lanjut. Kadang gejalanya menyerupai BPH, yaitu berupa kesulitan dalam berkemih dan sering berkemih. Gejala tersebut timbul karena kanker menyebabkan penyumbatan parsial pada aliran air kemih melalui uretra. Kanker prostat bisa menyebabkan air kemih berwarna merah (karena mengandung darah) atau menyebabkan terjadinya penahanan air kemih mendadak. Pada beberapa kasus, kanker prostat baru terdiagnosis setelah menyebar ke tulang (terutama tulang panggul, iga dan tulang belakang) atau ke ginjal (menyebabkan gagal ginjal). Kanker tulang menimbulkan nyeri dan tulang menjadi rapuh sehingga mudah mengalami fraktur (patah tulang). Setelah kanker menyebar, biasanya penderita akan mengalami anemia. Kanker prostat juga bisa menyebar ke otak dan menyebabkan kejang serta gejala mental atau neurologis lainnya.
Gejala lainnya adalah:
  • Nyeri ketika berkemih.
  • Nyeri ketika ejakulasi.
  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Nyeri ketika buang air besar.
  • Nokturia (berkemih pada malam hari).
  • Inkontinensia uri (beser).
  • Nyeri tulang atau tulang nyeri jika ditekan
  • Hematuria (darah dalam air kemih).
  • Nyeri perut.
  • Penurunan berat badan.

Penyakit Kista,  Gejala Penyakit Kista, Penyebab Penyakit Kista
 Penyakit Kista
Kista (polycystic ovary disease) adalah suatu kondisi di mana ovarium terdapat elemen kecil (cysts) yang mempengaruhi kesuburan perempuan hingga ia tidak bisa hamil.

Penyebab Penyakit Kista

Kista mempengaruhi siklus haid perempuan karena sistem hormonal yang terganggu. Secara alami, hormon akan meregulasi pertumbuhan sel telur di ovarium. Medis belum mampu dengan gamblang menjelaskan bagaimana siklus hormonal perempuan penderita terganggu.
Namun berbagai penelitian terus dilakukan untuk memecahkan kasus medis ini agar jumlah penderita kista dapat ditekan.
Follicles adalah semacam kantung-kantung di dalam ovarium yang berisi sel telur. Pada kasus kista, follicles di dalam ovarium hanya berjumlah sedikit. Sel telur di dalam follicles tidak matang, sehingga tidak bisa masuk ke dalam ovarium. Alih-alih, akan membentuk kristal di dalam ovarium.
Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan mandul. Follicles yang tidak matang dan ketidakmampuan untuk menyalurkan sel telur (proses ovulasi) sepertinya menjadi penyebab rendahnya jumlah hormon stimulasi follicle (HSF), melebihi kandungan hormon androgen di dalam ovarium.

Seorang perempuan yang didiagnosis menderita kista biasanya berusia sekitar 20 – 30 tahun. Biasanya perempuan yang memiliki kista, jika dirunut silsilah keluarganya, ada ibu atau nenek yang mengalami gejala kista serupa.

Gejala - gejala Penyakit Kista

Perempuan yang memiliki kista di dalam ovariumnya akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
  1. Mengalami menstruasi yang tidak teratur, abnormal, dan rapat secara periode.
  2. Terdapat masa absen, biasanya (tetapi tidak selalu) terjadi setelah satu atau lebih masa menstruasi normal.
  3. Timbul jerawat yang parah dan sangat mengganggu.
  4. Ukuran payudara mengalami penyusutan.
  5. Mengalami perkembangan pada karakteristik lelaki (virilization), seperti tumbuh rambut di sekujur tubuh dan wajah, suara berubah menjadi keras dan dalam, ukuran cilitorus membesar.
  6. Diabetes.
  7. Rambut menjadi lebih tebal seperti layaknya seorang lelaki.
  8. Mandul atau tidak mempunyai keturunan meski sudah melakukan pengobatan.
  9. Kandungan hormon insulin sangat sedikit.
  10. Mengalami kegemukan, obesitas.

Komplikasi yang ditimbulkan Penyakit Kista

Beberapa komplikasi yang kemungkinan terjadi akibat penyakit kista antara lain:
  1. Berisiko besar terkena kanker endometrial.
  2. Terjadi kemandulan.
  3. Ada hubungannya dengan obesitas; tekanan darah yang meningkat.
  4. Diabetes.
  5. Berisiko terkena kanker payudara.

Faktor Resiko Penyakit Kanker Payudara, Penyakit Kanker Payudara
Penyakit Kanker Payudara
Penyakit Kanker payudara adalah momok yang menakutkan bagi setiap wanita. Padahal dari tahun ke tahun jumlah penderitanya terus bertambah. Di Indonesia, penyakit kanker payudara menempati urutan ke-2 dari jenis kanker yang menyerang wanita. Penyakit kanker payudara dapat juga mengenai kaum pria, meskipun sangat jarang. Hanya sekitar 1% saja. Sebenarnya apakah kanker itu? Setiap benjolan yang terjadi di tubuh kita, karena berbagai sebab (pertumbuhan sel berlebih, benturan/trauma dll) disebut tumor. Tumor sendiri ada yang bersifat jinak, adapula yang ganas. Tumor yang ganas inilah yang disebut kanker. Kanker memiliki sifat khas, yaitu terdiri dari sel-sel ganas, yang dapat menyebar ke bagian tubuh yang lain. Penyebaran ini disebut metastase dan dapat terjadi melalui pembuluh darah, maupun pembuluh getah bening.

Penyebab dan Faktor Resiko Penyakit Kanker Payudara

Penyebab pasti kanker payudara belum diketahui, namun terdapat beberapa keadaan yang dianggap dapat meningkatkan faktor resiko terjadinya kanker payudara. Meskipun demikian, tidak berarti mereka yang tidak memiliki faktor resiko, tidak dapat terkena kanker payudara.

Faktor-faktor resiko kanker payudara antara lain:

  • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara (ibu, nenek, saudara perempuan).
  • Mens pertama pada usia muda, menopause yang terlambat.
  • Wanita yang tidak punya anak, atau melahirkan anak pertama pada usia > 30 tahun.
  • Pernah terdapat tumor/kanker payudara sebelumnya.
  • Mendapatkan terapi pengganti hormon jangka panjang.
  • Faktor-faktor lain: obesitas/konsumsi tinggi lemak, konsumsi alkohol berlebih, mutasi genetik.

Mitos Tentang Kanker Payudara

Beberapa mitos tentang kanker payudara antara lain:
  1. Kanker payudara hanya mengenai wanita usia tua. Mitos ini tidak benar, kanker payudara dapat terjadi pada usia berapapun. Memang resiko lebih tinggi pada yang usianya lebih tua. Namun paradigma ini mulai bergeser.
  2. Jika seseorang memiliki faktor risiko, maka ia pasti terkena kanker payudara. Mitos ini tidak benar, meskipun seseorang punya faktor resiko yang paling besar sekalipun, masih ada kemungkinan ia tidak terkena kanker payudara. Begitu pula pada orang-orang yang tidak punya faktor resiko, bisa saja terkena kanker payudara.
  3. Penggunaan deodorant/antiperspirant dapat menimbulkan kanker payudara. Mitos ini tidak benar. Sampai saat ini, tidak ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa penggunaan antiperspiran dapat menimbulkan kanker payudara.

Pemeriksaan Payudara

Ada beberapa cara untuk mendeteksi adanya kanker payudara, antara lain:

Istilah SADARI (perikSA payuDAra sendiRI)

Sebaiknya pemeriksaan dilakukan sehabis selesai masa menstruasi. Sebelum menstruasi (7-10 hari setelah menstruasi hari pertama), payudara agak membengkak sehingga menyulitkan pemeriksaan.
Caranya :
a. Lihat adanya kelainan pada payudara seperti:
  • Adanya benjolan
  • Kulit bersisik sekitar puting
  • Puting susu keluar darah/cairan lain
  • Cekungan pada kulit payudara/seperti kulit jeruk
  • Perubahan bentuk/ukuran

b. Jika tidak terlihat kelainan, lakukan pemeriksaan lagi dengan cara:
Pemeriksaan Medik, Pemeriksaan Payudara secara berkala oleh tenaga medis (dokter).

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan payudara dengan alat-alat penunjang seperti mamografi, USG, biopsi.
  1. Mamografi: pemeriksaan payudara dengan suatu alat dan merupakan suatu cara pemeriksaan yang sederhana, tidak sakit dan hanya memakan waktu 5 - 10 menit saja. Saat terbaik untuk menjalani pemeriksaan mamografi adalah seminggu setelah selesai menstruasi. Caranya adalah meletakkan payudara secara bergantian antara 2 lembar alas, kemudian dibuat foto rontgen dari atas ke bawah, kemudian dari kiri ke kanan. Hasil foto ini akan diperiksa oleh dokter ahli radiologi. Sebuah benjolan sebesar 0,25 cm sudah dapat terlihat pada mamogram.
    Wanita usia 40-49 tahun sebaiknya diperiksa setiap 2 tahun sekali, sedangkan usia >50 tahun , sebaiknya diperiksa secara berkala tiap tahun.
  2. USG: pemeriksaan USG pada payudara, bukan untuk tujuan skrining, melainkan untuk lebih meyakinkan. Alat USGnya pun harus khusus.
  3. Biopsi: adalah operasi kecil untuk mengambil contoh jaringan dari benjolan, kemudian diperiksa di bawah mikroskop laboratorium patologi anatomi.

Chikungunya
 Penyakit Chikungunya
Penyakit Chikungunya adalah penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Namanya Chikungunya berasal dari bahasa Shawill berdasarkan gejala pada penderita, yang berarti (posisi tubuh) meliuk atau melengkung, mengacu pada postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). Nyeri sendi ini terjadi pada lutut pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki.

Penyebab Penyakit Chikungunya

Demam Chikungunya disebabkan oleh infeksi virus Chikungunya. Virus ini masih satu keluarga dengan Virus Dengue, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes Albopictus yang juga nyamuk penular DBD.

Demam Chikungunya sering racun dengan DBD karena mempunyai gejala yang awal yang hampir sama, tetapi gejala nyeri sendi merupakan gejala yang penting pada demam Chikungunya. Tetapi untuk pasti membedakannya adalah dengan pemeriksaan laboratorium darah pada demam hari ke 3. Serangan demam Chikungunya dalam bentuk KLB (kejadian luar biasa) sudah sering terjadi, terutama pada musim penghujan.
Aedes aegypti

Gejala-gejala Terkena Demam Chikungunya

Beberapa gejala jika terkena demam chikungunya adalah seperti:
  • Bercak kemerahan atau ruam pada kulit. Bercak kemerahan ini terjadi pada hari pertama demam, tetapi lebih sering pada hari ke 4-5 demam. Lokasi biasanya di daerah muka, badan, tangan, dan kaki. Kadang ditemukan perdarahan pada gusi.
  • Sakit pada persendian. Nyeri sendi merupakan keluhan yang sering muncul sebelum timbul demam dan dapat bermanifestasi berat, sehingga kadang penderita merasa lumpuh. Sendi yang sering dikeluhkan: sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang.
  • Tiba-tiba demam tinggi yang disertai dengan menggigil dan muka kemerahan. Panas tinggi berlangsung selama 2-4 hari kemudian kembali normal.
  • Nyeri otot. Nyeri bisa terjadi pada seluruh otot atau pada otot bagian kepala dan daerah bahu. Kadang terjadi pembengkakan pada pada otot sekitar mata kaki.
  • Nyeri kepala: nyeri kepala merupakan keluhan yang sering ditemui.
  • Kejang, biasanya pada anak karena panas yang terlalu tinggi, jadi bukan secara langsung oleh penyakitnya.
  • Gejala lain. Gejala lain yang kadang dijumpai adalah pembesaran kelenjar getah bening di bagian leher.

Diabetes Melitus
Gejala Diabetes Melitus
Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin atau keduanya. Tubuh pasien dengan diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang pada pasien tersebut. Diabetes mellitus (DM) dibagi menjadi beberapa tipe. Diabetes mellitus tipe I biasanya menimbulkan gejala sebelum usia pasien 30 tahun, walaupun gejala dapat muncul kapan saja. Pasien diabetes mellitus tipe I memerlukan insulin dari luar tubuhnya untuk kelangsungan hidupnya. DM tipe II biasanya dialami saat pasien berusia 30 tahun atau lebih, dan pasien tidak tergantung dengan insulin dari luar tubuh, kecuali pada keadaan-keadaan tertentu. Tipe DM lainnya adalah DM gestasional, yakni DM yang terjadi pada ibu hamil, yang disebabkan oleh gangguan toleransi glukosa pada pasien tersebut.

Gejala Diabetes Melitus

Pada awalnya, pasien sering kali tidak menyadari bahwa dirinya mengidap diabetes melitus, bahkan sampai bertahun-tahun kemudian. Namun, harus dicurigai adanya diabetes mellitus jika seseorang mengalami keluhan klasik diabetes mellitus berupa:
  • Poliuria (banyak berkemih).
  • Polidipsia (rasa haus sehingga jadi banyak minum).
  • Polifagia (banyak makan karena perasaan lapar terus-menerus).
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya.
Jika keluhan di atas dialami oleh seseorang, untuk memperkuat diagnosis dapat diperiksa keluhan tambahan DM berupa:
  1. Lemas, mudah lelah, kesemutan, gatalPenglihatan kabur
  2. Penyembuhan luka yang buruk
  3. Disfungsi ereksi pada pasien pria
  4. Gatal pada kelamin pasien wanita
Diagnosis diabetes mellitus tidak boleh didasarkan atas ditemukannya glukosa pada urin saja. Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah dari pembuluh darah vena. Sedangkan untuk melihat dan mengontrol hasil terapi dapat dilakukan dengan memeriksa kadar glukosa darah kapiler dengan glukometer.

Seseorang didiagnosis menderita diabetes mellitus jika ia mengalami satu atau lebih kriteria di bawah ini:
  • Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma sewaktu  ≥200 mg/dL
  • Mengalami gejala klasik DM dan kadar glukosa plasma puasa  ≥126 mg/dL
  • Kadar gula plasma 2 jam setelah Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) ≥200 mg/dL
  • Pemeriksaan HbA1C ≥ 6.5%

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget